Sinar Matahari dan Kosmetik Bisa Sebabkan Flek Hitam
Bertenggernya flek hitam di area wajah yang dulunya mulus tentunya tak muncul tanpa adanya factor penyebab yang jelas. Factor utama penyebab timbulnya flek hitam bisa disebabkan oleh factor yang berasal dari dalam tubuh maupun factor dari luar tubuh. Flek hitam yang timbul karena factor dari dalam tubuh bisa terjadi karena factor keturunan (genetic), bertambahnya usia, penggunaan pil KB, suntik KB ataupun karena penggunaan obat-obatan yang memicu peningkatan hormone di dalam tubuh. Walau sepele, terjadinya peningkatan hormone ini ternyata bisa memicu terjadinya peubahan kulit yang dapat menimbulkan kelainan-kelainan kulit baru seperti timbulnya flek hitam di kulit wajah.

Sementara flek hitam yang timbul karena factor dari luar tubuh lazimnya terjadi karena paparan sinar matahari yang mengandung ultraviolet, karena sinar dari layar computer, pengaruh lampu TL yang terang, api kompor gas. Tak hanya itu saja, flek hitam pun bisa timbul karena factor kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti bahan merkuri, hidrokinon, zat warna. Logikanya saat terkena paparan sinar matahari, kosmetik yang mengandung bahan berbahaya ini kan bereaksi saat terkena sinar matahari. Dampaknya dasyat, reaksi ini akan menyebabkan terjadinya iritasi. Iritasi mengakibatkan terjadinya pengelupasan kulit. Bayangkan jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus. Tentunya kulit yang terus mengelupas ini kan berubah jadi semakin tipis. Jika sudah begini, paparan sinar matahari dapat langsung menembus ke dalam lapisan kulit. Alhasil flek hitam pun akan nagkring di kulit wajah.

Tak hanya itu saja, flek hitam lazimnya terjadi karena adanya stagnansi chi (energy) dalam tubuh terutama di organ lever. Terjadinya penyumbatan ini lama-kelamaan akan menyebabkan terjadinya flek hitam di kulit wajah. Selain stagnansi chi, flek hitam pun bisa terjadi karena factor stagnansi darah. Terjadinya stagnansi darah dalam tubuh akan menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran darah dalam tubuh. Penyumbatan pembuluh darah […]

Halaman ini biasanya ditemukan di Google dengan Kata Kunci :