mark-zuckerberg-facebook

Who doesn’t know Mark Zuckerberg? Sebagai pendiri Facebook, ia menjadi salah satu milyarder paling muda di dunia. Kesuksesan tersebut tentu tidak dicapai dalam waktu singkat. Hanya dari film The Social Network yang diadaptasi dari kisah hidupnya, kamu bisa menilai bahwa Zuckerberg menemui masalah yang tidak sederhana dalam membangun Facebook. Belum lagi masalah-masalah lain yang tidak diikutsertakan pada film tersebut.

Nah, kesuksesan Facebook tersebut tidak terlepas dari pemikiran Zuckerberg. Ia menerapkan pemikiran-pemikiran tersebut pada perusahaan yang dibangunnya, mulai dari cara mengelola hingga kualitas yang harus ada dalam diri setiap karyawan. Apa saja pemikiran-pemikiran tersebut Sobat Studentpreneur?

 

Tidak Hanya Bermimpi, Tapi Bekerja Sepenuh Hati

Setiap kesuksesan berasal dari mimpi. Sama juga halnya dengan Zuckerberg dan Facebook-nya. Namun, Zuckerberg tidak berhenti hanya sampai mimpi. Ketika diundang sebagai pembicara di acara Startup School yang diadakan di Stanford, Zuckerberg mengatakan bahwa kamu harus melakukan hal-hal fundamental jika ingin meraih kesuksesan. Bagi Zuckerberg, hal paling menarik dalam membangun Facebook adalah  pengoperasian hal fundamental terhadap bagaimana manusia hidup.

Melalui acara tersebut, Zuckerberg juga mendukung para pemilik startup untuk mengeksplor banyak area dan memastikan bahwa hal yang dieksplor akan membawa dampak positif. Eksplor sebanyak mungkin kesempatan sebelum kamu berkomitmen terhadap satu hal. Jadilah seorang yang fleksibel hingga kamu benar-benar tahu apa yang mau dilakukan.

 

Merekrut Orang-Orang Terbaik

Suatu budaya dalam perusahaan tercipta dari orang-orang atau karyawan yang direkrut. Facebook dikenal sebagai perusahaan yang memiliki proses seleksi rekrutmen cukup ketat. Dengan begitu, mereka hanya merekrut karyawan yang memiliki kemampuan tepat. Hal ini juga merupakan wujud dari salah satu pemikiran Zuckerberg. Di Facebook, salah satu hal yang menjadi fokus perusahaan adalah menjaga agar jumlah karyawan tidak membeludak. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memastikan bahwa setiap karyawan yang kamu rekrut pada perusahaan benar-benar berkualitas bagus.

 

Selalu Mengedepankan Misi Perusahaan

Pada tahun 2015 lalu, Zuckerberg pernah mengadakan sesi Q&A secara tiba-tiba melalui halaman Facebook-nya. Dari salah satu topik yang dibahas, Zuckerberg mengaku bahwa ia “hanya” menghabiskan waktu sebesar 50-60 jam per minggu di kantor atau meeting. Lebih lanjut, Zuckerberg menjelaskan bahwa ia menghabiskan paling banyak waktu dengan memikirkan cara bagaimana menghubungkan orang-orang di dunia dan menyediakan layanan bagi mereka. Nah, proses tersebut lebih banyak dilakukan di luar ruang kantor.

Zuckerberg mengatakan bahwa jika kamu menilai kantor atau ruang meeting sebagai tempat pekerjaan yang “nyata”, maka ia hanya “bekerja” tidak lebih dari 50-60 jam dalam seminggu. Namun, jika kamu menghitung waktu yang dihabiskan Zuckerberg untuk fokus pada misi perusahaan, maka setiap hari pun Zuckerberg melakukannya.

 

Produk yang Tidak Pernah Selesai

 

Bagi Zuckerberg, tidak ada produk yang benar-benar selesai. Hal inilah yang mendasari metode “hacker way” pada Facebook. Sebuah produk bertujuan untuk menghubungkan manusia menggunakan teknologi, sehingga Zuckerberg dan timnya selalu mencari cara yang lebih baik untuk mewujudkan hal tersebut. Zuckerberg selalu menggunakan passion dalam menciptakan produk yang diinginkan agarFacebook tetap selalu relevan, tidak peduli sebesar apapun perusahaannya berkembang. Dalam menciptakan produk, Zuckerberg berpegang teguh pada kesederhanaan agar pengguna Facebook bisa berbagi informasi semudah mungkin.

CEO Mark Zuckerberg gestures while delivering the keynote address at the Facebook F8 Developer Conference in San Francisco, America. (AP Photo/Eric Risberg)
CEO Mark Zuckerberg gestures while delivering the keynote address at the Facebook F8 Developer Conference in San Francisco, America.
(AP Photo/Eric Risberg) @mataharicourse

Itulah beberapa pemikiran pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang bisa membantu kamu untuk sukses. Tentu kamu memiliki beberapa pemikiran tersendiri terkait dengan cara meraih kesuksesan, tetapi tidak ada salahnya belajar dari pemikiran Zuckerberg untuk membantu kamu mewujudkannya Sobat Studentpreneur.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.